Satu dekade terakhir ini kaum muda seluruh dunia termasuk Indonesia
mengalami serbuan budaya Korea terutama budaya K-Pop. Ketika sudah menjadi
penggemar fanatik mereka secara sukarela mulai berperilaku konsumtif demi
membeli berbagai produk merchandise yang berbau K-Pop. Perilaku konsumtif
penggemar K-Pop biasanya dalam membeli berbagai produk merchandise K-Pop
seperti album, banner, photocard, hoodie, tas, dan lain-lain yang harganya cukup
mahal.
Penetian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumtif mahasiswa
penggemar K-Pop, untuk mengetahui bentuk refleksi mahasiswa penggemar K-Pop
yakni sejak kapan mulai menjadi penggemar K-Pop dan apa alasannya, dan untuk
mengetahui dampak positif dan negatif perilaku konsumtif mahasiswa penggemar
K-Pop pada Prodi IPS IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Ketertarikan mahasiswa terhadap K-Pop melahirkan penggemar K-Pop yang
fanatik. Kefanatikan ini melahirkan perilaku konsumtif mahasiswa penggemar K�Pop. Perilaku konsumtif ini bisa berdampak positif dan negatif. Dampak positif
antara lain tercapainya kepuasan dan kesenangan diri sendiri, sebagai mood boster,
motivasi mencari tambahan keuangan. Dampak negatifnya antara lain boros,
mengganggu biaya kuliah dan sebagainya.
Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan
etnografi komunikasi. Informan penelitian adalah mahasiswa penggemar K-Pop
Prodi IPS IAIN Syekh Nurjati Cirebon semester 8, pihak program studi dan dosen.
Analisis data mengunakan analisis data model Miles Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa
penggemar K-Pop pada Prodi IPS IAIN Syekh Nurjati Cirebon berbeda-beda
tingkatannya ada yang cukup tinggi (anggaran belanja produk K-Pop jutaan rupiah),
sedang (anggaran belanja produk K-Pop ratusan ribu rupiah) dan rendah (anggaran
belanja produk K-Pop puluhan ribu rupiah). Dampak negatif berupa pemborongan
pengeluaran, dampak positif lebih dominan dibandingkan dampak negatifnya.
Kata Kunci : Dampak, Perilaku Konsumtif, Penggemar K-Po