Tanaman Angsana merupakan tanaman pelindung dimana terdapat beberapa senyawa aktif guna sebagai pengobatan herbal seperti antitumor, antikanker, antiinflamasi, antidiare, penyembuh luka dan lain-lain. Kulit kayu angsana diekstraksi dengan metode infundasi dan distandarisasi guna terpenuhi persyaratan mutu esktraknya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa beberapa parameter spesifik maupun non spesifik untuk menjamin ekstrak bermutu dengan nilai parameter uji yang terukur. Hasil standarisasi parameter spesifik meliputi nama ekstrak, nama latin tumbuhan, bagian tumbuhan yang diteliti serta organoleptik ekstrak yaitu bentuk ekstrak kental, berwarna coklat kehitaman, bau lemah yang tidak khas, dengan kandungan senyawa yang larut dalam air sebesar 42,5%, senyawa larut etanol 26,25% serta hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan nilai susut pengeringan 15,33%, bobot jenis 1,0528g/mL, kadar air 15,25%, kadar abu ekstrak 1,80% kadar abu tidak larut asam 0,06% dengan cemaran mikroba sebesar 7,9x105 koloni/g