Untuk mewujudkan profesionalisme guru ada dua hal yang
perlu diperhatikan yaitu proses berpikir dan tindakan guru.
Kedua hal ini sangat penting dan saling mempengaruhi.
Aktivitas guru dalam memberikan scaffolding pertanyaan
kepada siswa merupakan suatu tindakan yang tentunya
memerlukan proses berpikir. Penelitian yang telah dilakukan
diantaranya adalah tindakan guru dalam memberikan
scaffolding, namun belum terdapat pengungkapan proses
berpikir guru dalam membantu siswa yang mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan soal berhitung. Dengan
diterapkannya pemberian scaffolding bertanya dalam
pembelajaran akan membantu guru menciptakan
pembelajaran yang lebih baik dan memperkaya pengetahuan.
. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana
proses berpikir guru dominan kontingen ketika memberikan
scaffolding pertanyaan kepada siswa. Penelitian ini
menggunakan scaffolding proses berpikir guru yang belum
pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan tipe kualitatif (grounded theory design) yang
dilaksanakan dalam konteks pembelajaran matematika.
Subyek penelitian adalah dua orang guru yang masing-masing
mempunyai karakteristik dominan kontingen analitis (GA)
dan dominan kontingen intuitif (GI). Pemilihan kedua subjek
ini didasarkan atas hasil observasi yang sangat panjang
terhadap 12 orang guru di Malang Raya dan yang memenuhi
kriteria penelitian hanya dua orang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses berfikir guru dalam memberikan
Scaffolding berupa soal dalam pembelajaran matematika
dapat merangsang siswa untuk mengoptimalkan kemampuan
siswa dalam memecahkan masalah. Disarankan bagi guru
terutama dalam pembelajaran matematika dapat menciptakan
lingkungan yang interaktif dan memotivasi siswa untuk
berfikir kritis dan aktif mencari solusi. Selanjutnya proses
berfikir guru dalam menyusun soal seharusnya
memperhatikan variasi kemampuan siswa