Salah satu kesulitan yang dialami guru di sekolah mitra dalam implementasi kurikulum merdeka
yaitu mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Hal penting yang
harus dilakukan guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah melakukan asesmen
diagnostic yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memetakan
kemampuan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan penyusunan instrument
asesmen diagnostic matematika untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar.
Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu melalui kegiatan: 1) workshop
penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 2) pendampingan penyusunan instrumen asesmen
diagnostik; 3) implementasi asesmen diagnostik; 4) monitoring dan evaluasi; serta 5) pelaporan.
Keberhasi;an program pengabdian kepada masyarakat ini ditunjukkan adanya peningkatan hasil pretest
dan
post-test
pengetahuan
guru
tentang
konsep
dan
penyusunan
instrument
asesmen
diagnostic.
Instrument
assessment diagnostic yang telah disusun berdasarkan hasil pendampingan, digunakan
guru sebagai acuan dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi. Kelas yang bediferensiasi dapat
menyajikan jalan yang berbeda dalam rangka memperoleh pengetahuan, memahami ide-ide dan
mengembangkan produk sehinga pembelajaran terlaksana secara efektif