Artikel ini menjelaskan mengenai tentang perkembangan kerjasama ekonomi dan dan budaya antara Indonesia dan Taiwan ditengah adanya One China Policy oleh Tiongkok. Kebijakan tersebut mengakibatkan adanya keterbatasan hubungan kerjasama antara negara-negara luar terhadap Taiwan termasuk Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui library research. Melalui penerapan konsep kerjasama internasional penelitian ini bertujuan untuk melihat arah perkembangan dan indikasi standar ganda pada kerjasama yang dilakukan Indonesia dan Taiwan ditengah adanya One China Policy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun Indonesia menganut One China Policy namun keberadaan Taiwan sebagai mitra bisnis membuat Indonesia terus mengupayakan kerjasama dengan Taiwan di beberapa bidang tanpa mencederai One China Policy. Indonesia melakukan kerjasama non diplomatik melalui kantor dagang masing-masing dan kerjasama informal lainnya di bidang budaya melalui business to business dan people to people exchange. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Indonesia tidak melakukan standar ganda ditengah adanya One China Policy terhadap hubungannya dengan Taiwan dan Tiongkok, namun justru mengalami beberapa perkembangan kerjasama ekonomi dan budaya