Kesehatan kulit menjadi perhatian wanita karena berhubungan dengan kecantikan diri.
Pemanasan global yang diikuti menipisnya ozon serta meningkatnya kandungan ultraviolet,
sayangnya, menghadirkan ancaman yang nyata atas kesehatan kulit. Kemudian hadirnya
informasi media dan iklan anti-UV pada berbagai produk kecantikan serta kampanye hijau
berpotensi menciptakan kecemasan kepada wanita atas kondisi kulitnya. Penelitian ini
berupaya menginvestigasi pengaruh dari paparan media mengenai perubahan iklim. Untuk
itu akan diukur pengaruh antara media exposure tentang perubahan iklim terhadap skin
damage anxiety. Subjek penelitian ini sebanyak 373 yang merupakan wanita dengan
kategori usia 18-25 tahun dan berada di Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif korelasional dan uji regresi linier sederhana dengan SPSS (Statistical Program
for Social Science). Hasil penelitian ini menuunjukkan adanya pengaruh antar kedua variabel
yakni semakin banyak seseorang mendapatkan informasi mengenai perubahan iklim maka
akan semakin rendah kecemasannya. Informasi perubahan iklim justru membuat Perempuan
mendapatkan pengetahuan yang berguna untuk dirinya melakukan tindakan preventif atas
kerusakan kulit sehingga menurunkan kecemasannya