HUBUNGAN UPAYA PREVENTIF DALAM SEKSUAL MENYIMPANG PADA REMAJA DENGAN RESIKO PEYIMPANGAN SEKSUAL DI SMA IMELDA MEDAN

Abstract

Sexual deviant behavior is also called abnormal or unnatural sexual behavior and has a tendency to lead to sexual crimes (Suherman, 2013). Deviant sexual behavior in question includes homosexuality (gays and lesbians), transexualism, sadism, masochism, sodomy, exhibitionism, voyeurism, bestialism, fetishism, incest, necrophilia, transvestism, sexualism, pedophilia, saliromania, frottage, mysophilia, and telephone scatologia. This study aims to analyze the relationship between preventive efforts (sex education) in sexual deviance in adolescents and the risk of sexual deviance at Imelda High School, Medan. The type of research used is descriptive correlation with a cross sectional study design. The research was conducted in July 2020. The population in this study was all students in class XI and XII of SMA Imelda Medan totaling 175 people. The sampling technique in this study was a proportional stratified random sampling technique, so the number of samples in this study was 30 people. The results of the research show that there is a relationship between preventive efforts for sexual deviance in adolescents and the risk of sexual deviance at Imelda High School, Medan. This is proven by the results of the chi square statistical test which obtained a significant number or probability value (0.031) which is lower than the significant standard of 0.05. It is hoped that teenagers understand the risks of sexual deviance and can control themselves with prevention efforts that have been provided through schools, families and communities in the form of sex education so that they do not easily fall into sexual deviant behavior that will harm themselves.Perilaku menyimpang seksual (sexual deviation) disebut juga perilaku seksual yang abnormal atau tidak wajar dan memiliki kecenderungan dapat mengarah ke kejahatan seksual (Suherman, 2013). Perilaku seksual menyimpang yang dimaksud, diantaranya homoseksual (gay dan lesbian), transexualist, sadism, masochis, sodomi, exhibisionism, voyeurism, bestialism, fetishism, incest, necrophilia, transvestis, sexualorism, pedophilia, saliromania, frottage, mysophilia, dan skatologia telephone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan upaya preventif (pendidikan seks) dalam seksual menyimpang pada remaja dengan resiko penyimpangan seksual di SMA Imelda Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan rancangan studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa/i kelas XI dan XII SMA Imelda Medan berjumlah 175 orang. Tehnik sampling pada penelitian ini adalah tekhnik proportional stratified random sampling dengan demikian jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan upaya preventif dalam seksual menyimpang pada remaja dengan resiko penyimpangan seksual di SMA Imelda Medan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik chi square diperoleh angka signifikan atau nilai probabilitas (0,031) lebih rendah dari standart signifikan 0,05. Diharapkan remaja memahami tentang resiko penyimpangan seksual dan dapat mengontrol diri dengan upaya pencegahan yang sudah diberikan melalui sekolah, keluarga dan masyarakat berupa pendidikan seks agar tidak mudah terjerumus kedalam perilaku penyimpangan seksual yang akan merugikan dirinya sendiri

    Similar works