Wacana kemanusiaan di era modern ini sering dibicarakan karena adanya
kesadaran akan hak-hak kebebasan manusia dalam kehidupan. Setelah
sebelumnya banyak tindakan-tindakan yang tidak manusiawi karena persoalan
politik, kekuasaan, maupun agama. Dalam keilmuan Islam khususnya teologi
klasik, persoalan kemanusiaan cenderung terabaikan karena terlalu sibuk berdebat
soal Tuhan dan hal yang bersifat metafisik lainnya. Teologi klasik sampai saat ini
terus berkembang tanpa ada perubahan orientasi. Cara berpikir teologi klasik yang
teosentris, tentunya sangat berdampak pada bagaimana cara umat Islam
menghadapi problematika kemanusiaan yang dihadapi era modern ini seperti,
kemiskinan, penindasan, hegemoni Barat, kebebasan, kebodohan,
keterbelakangan, dan problem kemanusiaan lainya.
Hassan Hanafi sebagai seorang pemikir yang humanis (humanisme)
menempatkan manusia sebagai dasar dalam bangunan teologinya, mencoba
melakukan rekonstruksi atau reorientasi terhadap tradisi (teologi klasik) yang
sebelumnya teosentris menjadi antroposentris. Perubahan reorientasi dilakukan
agar persoalan kemanusiaan tidak terabaikan mengingat betapa pentingnya peran
manusia dalam peradaban.
Agar pembahasan mengenai humanisme Hassan Hanafi ini tidak melebar dan
menghasilkan pemahaman yang maksimal, maka perlu adanya batasan-batasan
dalam penulisannya. Pembatasan ini dilakukan melalui cara pengkerucutan
pemikiran Hassan Hanafi yang berkaitan dengan humanisme atau kemanusiaan.
Pemikiran Hassan Hanafi mengenai humanisme tergambar dalam tiga agenda
besarnya: (1) Sikap kita terhadap tradisi klasik, (2) Sikap kita terhadap tradisi
Barat, dan (3) Sikap kita terhadap realitas.
Penelitian ini bersifat kualitatif dan murni penelitian kepustakaan (Library
Research), dengan menggunakan metode historis filosofis yang berusaha
menggambarkan perkembangan humanisme dan teologi klasik dalam Islam serta
mengungkapkan pemikiran-pemikiran Hassan Hanafi dengan cara mengkaji dan
menganalisis secara filosofis berdasarkan data yang diperoleh.
Setelah penulis melihat dan menganalisis pemikiran Hassan Hanafi,
humanisme Hassan Hanafi merupakan humanisme filosofis yang dibanguan atas
dasar realitas dan kekuatan rasio manusia serta kekuatan tradisi atau nilai-nilai
agama, sehingga yang muncul dalam humanisme Hassan Hanafi adalah otoritas
subyek dan agama. Kemampuan subyek dengan rasionya memahami realitas
sangat vital karena sangat berdampak pada bagaimana nilai-nilai kemanusiaan
yang universal dalam agama menjadi terlihat dengan jelas sekaligus menjadikan
manusia punya kesadaran akan eksistensinya