Bulan Ramadan dapat disebut sebagai “bulan
masjid” , karena meningkatnya intensitas kegiatan
yang berpusat di masjid. Yang semula
hanya berkunjung ke masjid seminggu sekali
untuk salat Jumat, dapat berkunjung tujuh kali
seminggu untuk salat tarawih. Belum lagi bila ia rajin
ikut buka Puasa bersama, datang di gelap pagi untuk mendengarkan
kuliah subuh, atau terlibat kegiatan-kegiatan
kerohanian yang lain. Anak-anak dan remaja biasanya juga
lebih dekat dengan tempat yang disebut ‘rumah Tuhan’
itu untuk berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Tetapi, apakah kemeriahan itu tersedia bagi semua orang?
Apakah rumah Tuhan sudah ramah bagi semua jamaah?
Jika Anda berwisata ke Yogyakarta, sempatkanlah
salat Jumat di Masjid U IN Sunan Kalijaga. Sebagai musafir,
Anda mungkin tidak wajib jumatan; tetapi Anda tidak
akan rugi karena dapat menyaksikan khutbah Jumat
menggunakan bahasa isyarat, dan satu-satunya di Indonesia.
Masjid kampus ini memliki dua mimbar yang
bertingkat. Mimbar utama yang lebih tinggi digunakan
untuk khatib berkhutbah. Sementara mimbar kecil di
bawahnya digunakan oleh seorang juru bahasa isyarat
untuk menerjemahkan setiap pesan khatib kepada para
jamaah tunarungu. Di televisi, Anda mungkin sudah
akrab dengan pemandangan tersebut, semisal acara-acara
berita di TVRI; tetapi pernahkah Anda menemukannya di
masjid