Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Kelancaran Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang

Abstract

Angka kematian dan masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita dapat dicegah melalui pemberian ASI. Namun, produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI. WHO dan UNICEF merekomendasikan agar dilakukan inisiasi menyusu dini dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Isapan bayi pada puting susu ibu akan merangsang hormon prolaktin untuk menstimulasi produksi ASI dan hormon oksitosin untuk merangsang pengeluaran ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan kelancaran produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang pada bulan Desember 2022. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan sebanyak 202 orang dan sampel penelitian sebanyak 68 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan 51,5% ibu melaksanakan inisiasi menyusu dini dan 52,9% ibu dengan kelancaran produksi ASI. Ibu yang tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini didapatkan 66,7% dengan produksi ASI tidak lancar. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan p-value = 0,004 (p < 0,05) artinya terdapat hubungan bermakna antara inisiasi menyusu dini dengan kelancaran produksi ASI. Disarankan kepada tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang untuk meningkatkan edukasi dan memotivasi ibu hamil dalam mempersiapkan laktasi agar produksi ASI lancar dengan melakukan inisiasi menyusu dini melalui kunjungan ANC, kelas ibu hamil, dan posyandu

    Similar works