research

Hubungan Depresi Dan Demensia Pada Pasien Lanjut Usia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2

Abstract

Latar Belakang Diabetes Mellitus tipe 2 lebih sering dijumpai dari tipe 1, dan kira-kira ditemukan sebanyak 90% dari seluruh kasus diabetes melitus. Diabetes melitus tipe 2 juga umum ditemukan pada lanjut usia. Pasien lanjut usia dengan diabetes berada pada risiko tinggi untuk menderita sindrom geriatrik umum yang salah satunya meliputi gangguan kognitif (demensia) dan depresi.Tujuan Menganalisis korelasi antara demensia dengan depresi pada pasien lanjut usia penderita diabetes melitus tipe 2.Metode Penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional melibatkan 50 pasien lansia di Rumah Sakit Tentara Semarang sebagai subjek penelitian. Data umum didapat dari wawancara dan rekam medik, depresi dinilaidengan Geriatric Depression Scale (GDS), dan demensia dinilai dengan skor Mini Mental State Examination (MMSE).Hasil Mayoritas sampel adalah perempuan (60%). Lanjut Usia yang mengalami depresi sebanyak 42% dari total populasi dan yang menderita demensia 18% dari total populasi. Analisis data didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna sebagai penyebab timbulnya demensia antara kelompok diabetes melitus dengan depresi dan kelompok diabetes melitus tanpa depresi (p=0,140). Hubungan korelasi antara depresi dan demensia pada lanjut usia dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki kekuatan korelasi sangat lemah dan tidak bermakna (r=0,055 , p=0,101) dengan rasio prevalensi didapat RP=2,761 (>1)(95%CI,0,755–15,924).Kesimpulan Adanya depresi pada lanjut usia dengan diabetes melitus tipe 2 tidak bermakna sebagai penyebab demensia (pseudodemensia

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 12/02/2018