research

Karakter Fisiologis dan Kemangkusan Rizobakteri Indigenus Sulawesi Tenggara sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman Cabai

Abstract

Sejumlah besar mikroorganisme yang terdapat pada rizosfer tanaman diketahui berperan penting dalam pertanianberkelanjutan karena potensinya sebagai agens pengendali hayati dan pemacu pertumbuhan tanaman. Percobaan bertujuanmengevaluasi kemampuan isolat rizobakteri indigenus Sulawesi Tenggara yang dieksplorasi dari Kabupaten Konawe, Konawe Selatan,Kendari, Muna, dan Buton dalam memproduksi hormon tumbuh indole acetic acid (IAA) dan melarutkan fosfat. Evaluasi jugadilakukan untuk mengetahui kemangkusan isolat rizobakteri sebagai pemacu pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian dilaksanakandi Laboratorium Agronomi dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tanggara, daribulan April sampai dengan Oktober 2009. Hasil percobaan menunjukkan bahwa isolat rizobakteri yang diuji memiliki kemampuanyang berbeda dalam mensintesis IAA . Rizobakteri dari kelompok Bacillus spp. memiliki kemampuan menghasilkan IAA dengankonsentrasi lebih tinggi (5,32–146,97 μg/ml) dibandingkan dengan Pseudomas fluorescens C179, (0,78 μg/ml), sementara Serratiasp. C175 tidak dapat mensintesis IAA. Di lain pihak, semua isolat rizobakteri yang diuji mampu melarutkan fosfat. Sementara itu,hasil pengaruh perlakuan benih dengan rizobakteri menunjukkan bahwa dari 10 isolat yang diuji, hanya isolat Bacillus spp. C061, P.fluorescens C179, dan Serratia sp.C175 yang konsisten memberikan efek yang lebih baik terhadap viabilitas benih dan pertumbuhanbibit cabai dibandingkan dengan kontrol dan isolat uji lainnya. Oleh karena itu isolat Bacillus spp. C061, P. fluorescens C179, danSerratia sp. C175 dapat direkomendasikan sebagai agens pemacu pertumbuhan cabai

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 28/11/2017