Konsep Etika Sosial dalam Pandangan Ketuhanan Jean-Luc Marion di Era Postmodern

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan atas disharmoni di ruang kehidupan sosial pada era postmodern. Secara spesifik penelitian ini mendeskripsikan konsep etika sosial dalam pandangan ketuhanan Jean-Luc Marion. Dalam penelitian ini penulis menemukan dan memahami sumbangan pemikiran Jean-Luc Marion mengenai wajah sebagai icon dalam kehidupan bersama di era postmodern. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gagasan Jean-Luc Marion memenuhi karakteristik konsep etika sosial. Sehingga gagasan Jean-Luc Marion dapat berkontribusi dalam merumuskan etika sosial. Etika sosial Jean-Luc Marion tampak pada relasi manusia dengan Tuhan (relasi icon) dan manusia dengan manusia (memandang wajah sebagai icon). Jean-Luc Marion menawarkan untuk menghidupi relasi icon dan menolak relasi idol. Relasi icon sebagai orientasi etis memandang Tuhan di era postmodern. Relasi icon relevan untuk mengeliminasi klaim kebenaran (Tuhan) dalam kerangka menampilkan kembali watak pemeluk agama yang inklusif, ramah, dan tindakan konstruktif apresiatif terhadap setiap kekhasan kepelbagaian definisi dan konsep ketuhanan. Relasi icon menghidupi nilai-nilai inklusif, menerima dan terbuka terhadap kebenaran plural (definisi dan konsep Tuhan) serta memandang kebenaran sebagai relatif. Selanjutnya relasi manusia dengan manusia dalam pemahaman Marion berbicara secara fenomenologis dan bercorak normatif. Artinya, relasi manusia menunjuk pada kenyataan kesadaran individu bahwa respon-respon dalam kehidupan bersama itu merupakan perintah etis yang berbicara melalui wajah (icon) dan konteks kasih juga hadir. Dalam kepelbagaian wajah tidak ada hal yang mengiyakan untuk menyakiti, melukai, menghina, atau bahkan membinasakan. Perintah etis dan kasih itu akan selalu membebani individu ketika setiap kali berhadapan dengan wajah (icon) pengada yang lain

    Similar works