Limbah tahu yang dihasilkan dari proses produksi tahu masih mengandung konsetrasi pencemara COD dan TSS yang tinggi. Proses koagulasi dan flokulasi diharapkan dapat menurunkan konsentrasi pencemar tersebut. Pada penelitian ini penggunaan koagulan menggunakan biokoagulan dari kitosan cangkang kepiting (Brachyura). Proses penelitian dilakukan secara bertahap dimulai dari ekstraksi cangkang kepiting menjadi kitosan dengan proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi, dilanjutkan dengan proses penelitian skala laboratorium dengan metode jartest.Perlakuan penelitian berdasarkan dosis biokoagulan yaitu 0 mg/l, 50 mg/l, 100 mg/l, 150 mg/l, 200 mg/l, 250 mg/l, 300 mg/l, 350 mg/l, 400 mg/l, 450 mg/l, 500 mg/l, 550 mg/l, 600 mg/l, 650 mg/l, 700 mg/l, 750 mg/l, 800 mg/l, 850 mg/l, 900 mg/l, 950 mg/l dan 1000 mg/l, dengan parameter yang diamati yaitu COD dan TSS. Hasil penelitian yang didapatkan efisiensi penyisihan COD sebesar 73,09%, dan TSS 90,846%