research

Pengaruh Penambahan Lindi dan Mol Bonggol Pisang terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik

Abstract

Pengolahan sampah dengan metode landfilling dan open dumping di TPA dapat menimbulkan masalah baru yaitu adanya perluasan areal TPA karena volume sampah melebihi kapasitas daya tampung TPA. Kemudian dilakukan pengolahan sampah dengan pengomposan agar volume sampah di TPA dapat berkurang. Agar pengomposan berjalan cepat maka perlu ditambahkan aktivator. Pada penelitian ini dilakukan pengomposan sampah organik yang terdiri dari campuran sampah sayur dan daun kering dengan penambahan campuran aktivator lindi dan MOL bonggol pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik proses pengomposan, menganalisis pengaruh dan mencari dosis optimal penambahan lindi dan MOL bonggol pisang terhadap waktu pengomposan. Pengomposan dilakukan secara aerobik dengan metode pengomposan Mac Donald. Penambahan aktivator lindi divariasikan dengan dosis 15 ml/kg, 20 ml/kg, dan 25 ml/kg sedangkan MOL bonggol pisang adalah 5 ml/kg, 10 ml/kg, dan 15 ml/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lindi berpengaruh signifikan terhadap waktu pengomposan sedangkan penambahan MOL bonggol pisang tidak berpengaruh signifikan terhadap waktu pengomposan. Dosis optimal penambahan lindi dan MOL bonggol pisang ditinjau dari rasio C/N kompos matang dan waktu pengomposan adalah 20 ml/kg ditambah MOL bonggol pisang 5 ml/kg yang berlangsung selama 3 minggu

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 16/11/2017