Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi belajar antara siswa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kemampuan membaca bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada kelas 10 SMA Al-Kautsar yang berjumlah 68 siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti memberikan sebuah kuesioner (LLSQ) dan test membaca. Data dianalisis dengan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar siswa menggunakan strategi kognitif (52,96%), metakognitif (23,52%) dan sosial (23,52%), (2) tidak ada perbedaan signifikan antara siswa yang berhasil dalam menggunakan strategi kognitif dan sosial sedangkan strategi metacognitive memiliki perbedaan signifikan. Ada implikasi untuk strategi-strategi belajar bahasa dalam keterampilan membaca. Oleh karena itu, siswa perlu diinformasikan tentang strategi-strategi belajar dan penggunaan yang tepat dalam membaca karena pemilihan strategi belajar adalah salah satu cara siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.The research aimed to find out the learning strategy between successful and unsuccessful learners in English reading. This research was a quantitative study and was conducted to 68 learners in first grade of SMA Al-Kautsar. In collecting data, the researcher gave a questionnaire (LLSQ) and reading test. The data was analyzed by using Independent t-test. The results showed that (1) most of students used cognitive strategy (52.96%), metacognitive (23.52%) and social (23.52%), (2) there was no significant difference between successful and unsuccessful learners in using cognitive and social strategy meanwhile metacognitive strategy had significant difference. There was an implication for language learning strategies in reading skill. Thus, the students need to be informed about learning strategies and how to use them appropriately in reading because choosing learning strategies was a students' way in improving their skill in reading