Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui karakteristik wilayah pesisir yang sesuai untuk habitat peneluran penyu dan 2) membandingkan karakteristik geomorfik di wilayah pesisir Goa Cemara dan di wilayah pesisir Pangumbahan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini mencakup aspek geomorfik berupa morfologi, material, dan proses. Aspek morfologi terdiri atas panjang, lebar, dan kemiringan pantai. Aspek material terdiri atas ukuran dan bentuk butir. Aspek proses terdiri dari proses angin dan gelombang. Data morfologi diperoleh dari pengukuran langsung dilapangan. Data material berupa ukuran material diperoleh dari pengolahan grainsize menggunakan aplikasi Gradistat, sedangkan bentuk material diperoleh dari pengamatan microcamera. Data proses diperoleh dari pengukuran langsung dilapangan dan selanjutnya diolah menggunakan rumus Airy. Data tambahan lainnya diluar aspek geomorfik juga dibutuhkan guna menambah informasi terkait habitat peneluran penyu yang terdiri dari jenis penyu yang bertelur, vegetasi di sekitar lokasi peneluran penyu, suasana pantai, dan jarak dari permukiman. Data tambahan tersebut diperoleh dengan wawancara terhadap petugas konservasi penyu dikedua wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pesisir tersebut sesuai untuk habitat peneluran penyu karena memiliki morfologi berupa kemiringan pantai yang landai hingga miring. Jenis material yang tersusun dari >90% pasir dengan jenis pasir sedang dan pasir halus, sedangkan ditinjau dari aspek proses, wilayah pesisir yang memiliki tipe empasan gelombang surging juga masih memungkinkan penyu untuk datang bertelur. Perbandingan karakteristik geomorfik dikedua lokasi meliputi aspek persamaan dan perbedaan pada masing-masing aspek geomorfik dan aspek tambahan lainnya secara lebih detail