research

Hama Penggerek Tebu dan Perkembangan Teknik Pengendaliannya

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas tanaman tebu sering terkendala oleh serangan hama. Hama pada tanaman tebu menyebabkan penurunan produksi gula sekitar 10%. Hama penting pada tanaman tebu ialah penggerek pucuk dan tiga jenis penggerek batang. Perkembangan teknologi pengendalian hama penggerek pada tanaman tebu berjalan lambat. Teknologi pengendalian hama yang digunakan masih berdasar pada pengembangan tebu di lahan sawah. Bergesernya pengembangan tebu ke lahan tadah hujan seharusnya diikuti Perubahan teknologi pengendalian hama. Tulisan ini menginventarisasi komponen teknologi pengendalian hama pada tanaman tebu dan merakitnya menjadi paket teknologi pengen-dalian hama di lahan tadah hujan. Paket pengendalian hama pada tanaman tebu yang disarankan ialah 1) pengelolaan lahan, misalnya pengembalian residu tanaman ke lahan dan menanam tanaman pupuk hijau di antara barisan tanaman tebu untuk meningkatkan keragaman anthropoda terutama predator, 2) menanam benih bebas hama dan menggunakan varietas toleran untuk mencegah penyebaran hama di pertanaman, 3) memantau dinamika populasi hama di lapangan. 4) pengendalian hayati, antara lain menggunakan parasitoid telur Trichogramma chilonis, 5) pengendalian secara makanis dengan mengambil telur dan ulat dan memusnahkannya serta melakukan roges pada pucuk tanaman yang terserang hama penggerek pucuk, (6) pengendalian secara kimiawi, merupakan tindakan terakhir apabila cara pengendalian lain tidak berhasil menekan populasi hama, misalnya dengan karbofuran, dan 7) pengendalian berdasarkan peraturan pemerintah/undang-undang untuk menekan penyebaran hama dari suatu daerah ke daerah lain

    Similar works

    Available Versions

    Last time updated on 28/11/2017