Kerajinan aluminium merupakan kerajinan unik yang sentra produksinya hanya ada di Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Keunggulan sifat logam aluminium yang ringan, kuat, inert, dan memiliki kilap logam yang sangat baik yang disertai dengan motif-motif ragam hias yang khas Buleleng menjadikan produk kerajinan banyak diminati tidak saja oleh masyarakat lokal tetapi juga turis asing yang berkunjung ke Bali. Untuk menjadikan produk kerajinan ini berkualitas ekspor dan mampu menyejahterakan para pengerajinnya, beberapa permasalahan strategis dan utama perlu dipecahkan dengan pendampingan Ipteks dan manajemen modern. Permasalahan utama yang disepakati untuk dipecahkan dalam tiga tahun program pendampingan ini adalah: tahun pertama, masalah pewarnaan logam aluminium, penyediaan alat produksi yang lebih modern, perluasan desain produk untuk memenuhi beragam kebutuhan konsumen dan website pemasaran; tahun kedua, manajemen produksi dan pemasaran, komunikasi dengan buyer/rekanan berbahasa Inggris, dan lay-out produksi yang memenuhi standar kesehatan dan Kenyamanan kerja, dan jaminan mutu produk; dan tahun ketiga difokuskan pada pembinaan kelompok plasma, pendirian koperasi pengerajin, pengembangan desain produk dan HaKI. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode implementasi program Maret-Agustus 2014 adalah modernisasi alat produksi tradisional dengan memodifikasi mesin jahit berdinamo menjadi alat penyelesaian motif-motif rumit dengan ketukan aluminium yang kecil-kecil tetapi harus konsinten homogen, uji terap pewarnaan logam dengan prinsip anodising bertingkat (batik logam), perluasan desain yang berakibat perluasan pasar, dan pembuatan website pemasaran dan perbaikan administrasi logistik dan keuangan. Luaran yang telah dicapai adalah adanya peningkatan omzet sekitar 10% dalam kurun waktu 3 bulan, dan peningkatan kapasitas produksi sekitar 20%, dan sebuah draft usualan HaKI