National Institute of Health Research and Development, Indonesian Ministry of Health
Abstract
Latar Belakang: Terdapat beberapa teknik preservasi sperma yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu alternatif tekniknya adalah dengan teknik pengeringan. Teknik ini bersifat lebih murah, mudah, dan praktis. Teknik freeze-drying masih merupakan studi empiris yang harus dibuktikan kebenarannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemungkinan aplikasi tekhnik freeze-drying untuk preservasi sperma manusia dan menentukan pengaruh proses yang diikuti penyimpanan selama 7 hari pada suhu 4°C terhadap integritas DNA spermatozoa. Metoda: Pada penelitian ini digunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi adalah sperma pria dewasa berusia 21-40 tahun dengan criteria normozoospermia menurut standard analisis semen WHO. Besar sampel adalah 12, diperoleh dengan cara simple random sampling. Integritas DNA spermatozoa dari sampel semen segar, segera setelah freeze-drying dan yang disimpan selama 7 hari pada suhu 4°C, diuji dengan Comet assay. Hipotesis diuji dengan Manova. Hasil: Integritas DNA spermatozoa kelompok sperma yang diberi perlakuan freeze-drying diikuti penyimpanan selama 7 hari pada suhu 4°C secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok sperma segar atau yang hanya diberi perlakuan freeze-drying (p<0,01). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan integritas DNA spermatozoa yang signifikan antara kelompok sperma segar dengan sperma yang diberi perlakuan freeze-drying (p>0,05)