research

Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik Pada Sindroma Metabolik Dewasa: Gambaran Klinik Dan Hubungan Antara Jumlah Komponen Sindroma Metabolik Yang Terganggu Dengan Derajat Ultrasonografi

Abstract

Latar Belakang : Penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) adalah manifestasi hati pada sindroma metabolik (SM). Pada masa kini prevalensi NAFLD di negara maju dan negara berkembang meningkat, selaras dengan peningkatan SM.Tujuan : Mengetahui spektrum klinik penderita NAFLD pada SM dewasa dan membuktikan adanya hubungan antara jumlah komponen SM yang terganggu dengan derajat perlemakan hati secara ultrasonografi (USG).Metode : Penelitian observasional dengan desain cross-sectional, dari data sekunder rekam medik penderita NAFLD pada SM yang berobat di RSUP dr. Kariadi Semarang tahun 2009-2010. Data deskriptif spektrum klinik, laboratorik dan USG dipresentasikan dengan kisaran, rerata + simpang baku (SB), nilai tengah, dan proporsi. Studi analitik antara komponen SM yang terganggu dan derajat perlemakan hati secara USG dilakukan dengan uji statistic Chi-square, nilai p< 0,05, dengan menggunakan program komputer SPSS 15.Hasil : Tiga puluh enam penderita NAFLD pada SM masuk dalam penelitian. Rasio laki-laki : perempuan adalah 2:1. Usia penderita berkisar 23-74 tahun, rerata+SB adalah 45,97+11,19 tahun dan nilai tengah 48 tahun. Sebagian besar penderita disertai keluhan khas NAFLD. Didapatkan proporsi obesitas 91,7%, hipertrigliserid 91,7%, hipertensi 61,1% dan DM 30,6%. Hubungan antara jumlah komponen SM yang terganggu dengan derajat perlemakan hati secara USG secara statistik tidak bermakna (p=0,214).Kesimpulan : Manifestasi klinik SM yang terbanyak pada penderita NAFLD berturut-turut adalah obesitas, hipertrigliseridemi, hipertensi dan DM. Tidak ada hubungan antara jumlah komponen SM yang terganggu dengan derajat perlemakan hati secara USG

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017