research

Analisis Pengaruh Penambahan Molase Dan Urin Sapi Dalam Pembuatan Pupuk Cair Isi Rumen Limbah Rumah Pemotongan Hewan Terhadap Timbulan Gas Rumah Kaca (CO2, CH4, Dan N2O)

Abstract

Limbah rumen cair dari rumah pemotongan hewan yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan gas rumah kaca yang tidak terkontrol dalam proses penguraiannya. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair yang ditambahkan molase dan urin sapi dengan proses fermentasi anaerob. Namun, pengaruh penambahan molase dan urin sapi belum banyak diketahui, sehingga dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan molase dan urin sapi dalam pengolahan limbah isi rumen rumah pemotongan hewan terhadap timbulan gas rumah kaca (CO2, CH4, dan N2O). Penelitian ini menggunakan 10 reaktor dengan menggunakan variabel bebas volume penambahan molase (80 ml, 120 ml, dan 160 ml), volume penambahan urin sapi (500 ml, 750 ml, dan 1000 ml), serta waktu pengujian (0, 7, 14, dan 21 hari). Variabel terikat adalah gas CO2, CH4 dan N2O. Sedangkan variabel kontrolnya adalah suhu, pH dan amonia. Volume gas yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah isi rumen cair selama 21 hari adalah antara 0,5314 – 1,5585 liter, dengan volume yang paling banyak yaitu pada reaktor ke-8 (penambahan urin 500 ml dan molase 160 ml) sebesar 1,5585 liter dan volume yang paling sedikit adalah reaktor ke-1 atau reaktor kontrol (tanpa penambahan molase dan urin sapi) yaitu sebesar 0,5314 liter.Penambahan molase dalam proses pengolahan limbah isi rumen cair untuk pembuatan pupuk cair berpengaruh tidak signifikan terhadap peningkatan fluks gas CH4 dan N2O, namun untuk fluks gas CO2 berpengaruh signifikan. Sedangkan penambahan urin dalam proses pengolahan limbah isi rumen cair untuk pembuatan pupuk cair berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fluks gas CH4 dan CO2, sedangkan untuk fluks gas N2Oberpengaruh tidak signifikan

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017