Sub DAS Belik merupakan Daerah Tangkapan Air berada di daerah perkotaan Yogyakarta dan Sleman. Banjir sering terjadi ketika musim penghujan akibat berkembangnya lahan terbangun kedap air. Penelitian bertujuan mengkaji Perubahan penggunaan lahan secara spasial dan temporal pada tahun 2003 dan 2012, menghitung besar debit banjir dihubungkan dengan kapasitas sungainya, dan menganalisis pengaruh Perubahan penggunaan lahan terhadap debit banjir. Metode interpretasi citra untuk mengetahui Perubahan penggunaan lahan. Analisis frekuensi kala ulang 2, 5, 10, dan 20 tahun serta rumus Mononobe untuk menghitung intensitas hujan, debit banjir dihitung dengan metode rasional. Kapasitas sungai dihitung dengan metode slope-area. Debit banjir meningkat pada semua DTA. Kapasitas sungai DTA Karangwuni, Klebengan, Lembah, dan Klitren tidak mampu menampung debit, kapasitas sungai DTA utama sebesar 36,07 m3/detik mampu menampung debit kala ulang 2 tahun. Peningkatan koefisien rata-rata sebesar 5,17 % - 16,28 %. Debit banjir yang tidak dapat tertampung di sungai mengakibatkan banjir dan genangan di daerah kajian saat musim penghujan