Tulang Bawang Barat merupakan kabupaten yang terbentuk karena pemekaran wilayah. Tujuan dari pemekaran wilayah adalah meningkatkan pelayanan publik, termasuk fasilitas ekonomi, seperti pasar, bank, koperasi, warung, warung makan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fasilitas ekonomi setelah pemekaran wilayah, daya layan fasilitas ekonomi, dan menentukan titik tokasi fasilitas ekonomi.Jenis penelitian ini adalah mixed method. Data kuantitatif digunakan uji paired sample t test. Sedangkan untuk kualitatif digunakan teknik wawancara. Pada pemerintah serta pedagang digunakan teknik indepth interview. Untuk konsumen digunakan metode aksidental pada tiga kecamatan sampel, yaitu Tulang Bawang Tengah, Tumijajar dan Lambu Kibang.Dari Hasil penelitian, hanya koperasi yang terpengaruh oleh pemekaran wilayah. Ini terlihat dari nilai sig 2 tailed, yaitu 0,43. Perkembangan fasilitas lebih mengarah pada wilayah perkotaan dan rural urban. Hal yang sama juga terjadi pada a range of good dari masing-masing fasilitas. Penentuan lokasi diarahkan pada wilayah perdesaan