research

Perbandingan Faktor Risiko Kecelakaan Kerja antara Brt (Bus Rapid Transit) dan Non Brt Jurusan Mangkang-penggaron

Abstract

Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian didunia. Di negara berkembang yang sering menjadi korban adalah pejalan kaki dan penumpang di angkutan umum. Selain menyebabkan kematian dan penderitaan, kecelakaan lalu lintas adalah beban berat ekonomi negara. Polrestabes Semarang mencatat sekitar 726 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di tahun 2012 (sampai dengan bulan agustus 2012). Dan selama 10 tahun terakhir rata-rata terjadi peningkatan kasus yang cukup drastis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan faktor risiko kecelakaan kerja antara BRT koridor I dengan non BRT jurusan Mangkang-Penggaron. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan populasi dengan usia antara30-50 tahun dan telah mempunyai SIM B umum dengan jumlah populasi BRT sebanyak 20dan non BRT sebanyak 50 orang. Sampel populasi BRT diambil seluruh populasi yaitu20 orang dan non BRT sebanyak 33 dengan metode random sampling. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil uji beda penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan masa kerja (p= 0,292 ; 95%), dan ada perbedaan pelatihan (p=0,007 ; 95%), substandard acts (p= 0,000 ; 95%), serta kondisi kendaraan (p=0,000 ; 95%) antara BRT koridor I dan non BRT jurusan Mangkang-Penggaron. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Non BRT mempunyai faktor risiko kecelakaankerja yang lebih banyak dibandingkan dengan BRT dilihat dari pelatihan keselamatan mengemudi yang rendah (9,1%), substandard acts yang tinggi (66,7%), dan kondisi kendaraan yang kurang baik (54,5%)

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 30/01/2017