Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk
menganalisis efisiensi perbankan syariah dengan menggunakan metode Data
Envelopment Analysis (DEA), yang merupakan salah satu aspek penting dalam
pengukuran kinerja perbankan. Periode dalam peneltian ini selama 5 tahun 2012-
2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan
perbankan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive
sampling dan diperoleh 7 sampel Bank Umum Syariah.
Efisiensi Perbankan Syariah dihitung dengan menggunakan software yang
bernama DEAP.21 dengan memasukkan variabel input (simpanan, aset tetap, dan
biaya tenaga kerja) dan variabel output (pembiayaan, dan pendapatan operasional)
dengan pendekatan intermediasi untuk mendapatkan hasil berupa skor efisiensi.
Penelitian ini menggunakan asumsi Constant Return to Scale (CRS) dengan
berorientasi keluaran.
Hasil efisiensi perbankan syariah dengan metode Data Envelopment Analysis
(DEA) menunjukkan bahwa bank syariah yang tetap mengalami konsistensi
efisien 100 persen dengan menggunakan output pembiayaan adalah Bank BCA
syariah, Bank Bukopin Syariah. Sedangkan dengan menggunakan output
pendapatan operasional adalah Bank Bukopin Syariah dan Bank Mega Syariah.
Dengan begitu perbankan syariah di Indonesia selama tahun pengamatan belum
dapat dikatakan efisien.
The purpose of this research is to analyze the efficiency of sharia banking which
is one important aspect in the measurement of banking performance. This
efficiency value can be used by bank owner in oredr to improve its performance.
Bank owner can imitate the other bank for reference of improvement. Period used
are five years, from 2012 to 2016, using secondary data from annual report
published by Sharia Bank. The techniques used for sampling is purposive
sampling, hence seven sharia bank.
Sharia Banking Efficiency is calculated using software DEAP.21 by including
input variables (savings, fixed assets, and labor costs) and output variables
(financing, and operating income) with an intermediation approach to obtain an
efficiency score. This study uses the assumption of Constant Return to Scale
(CRS) with output-oriented.
The results of the efficiency of sharia banking using Data Envelopment Analysis
(DEA) method shows that sharia banks have consistent efficiency rate using
financeing output are Bank BCA Syariah, and Bank Bukopin Syariah. While using
the output operating income are Bank Bukopin Syariah and Bank Mega Syariah.
Thus, Sharia banking in Indonesia are inefficient during the yaers of observatio