research

MENDAHULUKAN SESUATU YANG SEHARUSNYA BERADA DI AKHIR DALAM SURAT YASIN : STUDI NAHWU DAN BALAGHAH

Abstract

Keindahan dan kekuatan syair terletak pada kata, kata-kata yang indah akan mampu menghipnotis ratusan, ribuan dan bahkan jutaan orang. Oleh karena itu al-Quran lahir dalam bentuk kata-kata yang indah yang mampu mengalahkan punggawa para penyair Arab saat itu. Beda halnya dengan sihir yang hanya mampu menghipnotis satu atau dua orang saja. Maka dari itu kata dalam al-Quran sangatlah luas maknanya diantaranya adalah at-taqdim (mendahulukan) seperti halnya mengatakan ungkapan cinta aku cinta padamu akan sangat menarik dan menghipnotis jika kalimat tersebut diungkapkan dengan mengatakan hanya padamu aku mencintai dengan mendahulukan maf ul dari fi il dan fa il. Dalam kaidah nahwu terdapat istilah Khabar yang terletak setelah mubtada dan maf ul yang terletak setelah fa il dan fi il, namun tidak selamanya posisi mereka berada setelah mubtada dan fa il dan fi ilnya. Tentunya tidak sembarang mendahulukan khabar dari mubtada dan maf ul dari fa il dan fi ilnya jika tidak ada tujuan dan faedah tertentu . Lalu kemudian hal itu disebut taqdimu ma haqquhu at-ta khir. Pokok masalah yang akan diteliti dalam skripsi ini yaitu: a. manakah ayat-ayat surat yasin yang terdapat taqdimu ma haqquhu at-ta khir ? b. Apa tujuan dari taqdimu ma haqquhu at-ta khir dalam surat Yasin. Adapun tujuan dari pembahasan dalam skripsi ini adalah: 1) Untuk menngetahui hukum-hukum taqdimu ma haqquhu at-ta khir dalam surah yasin. 2) Untuk mengetahui faedah dan taqdimu ma haqquhu at-ta khir dalam surat Yasin. Dalam penelitian ini penulis mengkaji melalui studi pustaka yang bersumber dari surat Yasiin dan beberapa buku nahwu, balaghah dan tafsir sebagai landasan untuk membedah dan menentukan faedah-faedah taqdimu ma haqquhu at-ta khir pada surat yasin. Dalam penelitian ini ditemukan tidak kurang dari delapan belas ayat yang didalamnya terdapat taqdimu ma haqquhu at-ta khir dikarenakan penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kebahasaan yang mencakup kata dalam sebuah teks dan stuktur bahasa, maka dalam hal yang terkait dengan metodologi, penulis menggunakan metode kualitatif. Adapun analisis yang di gunakan penulis adalah analisis sintaksis yaitu studi yang memfokuskan diri untuk mengetahui jenis dan kedudukan kata dan semantik yaitu studi yang memfokuskan diri untuk mengetahui makna dan tujuan kata

    Similar works