Analisis Potensi Pergerakan Arah Aliran Banjir Lumpur Untuk Menunjang Kegiatan Mitigasi Bencana (Studi Kasus: Lumpur Sidoarjo Kecamatan Porong Dan Tanggulangin)

Abstract

Lumpur panas Sidoarjo merupakan hasil luapan semburan lumpur di daerah Porong, Sidoarjo. Luapan lumpur panas Sidoarjo terletak pada 10 km timur laut dari Gunung Penanggungan, di dekat sumur eksplorasi Banjarpanji-1, di Desa Reno Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Luapan lumpur tersebut banyak mengandung material vulkanis yang disertai gas, sehingga semburan gas tersebut dinamakan mud volcano. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan informasi mengenai Peta Kerawanan, Peta Prediksi Arah Aliran Banjir Lumpur, serta Peta Risiko Bencana. Peta Kerawanan adalah hasil overlay dari parameter kelerengan dengan tutupan lahan. Peta Prediksi Arah Aliran Banjir Lumpur dihasilkan dari overlay antara Peta Kerawanan dan Daerah Aliran Sungai. Untuk Peta Risiko Bencana dihasilkan dari overlay Peta Kerawanan, Peta Kerentanan, dan Peta Kapasitas. Dari hasil pengolahan peta kerawanan bencana lumpur lapindo terdapat klasifikasi kelerengan datar atau hampir landai dengan tingkat kelerengan 0% sampai 2% seluas 19,80098 km2 atau 78,544% dari area pengambilan titik sampel, menunjukkan bahwa aliran lumpur akan mengalir dan akan menggenangi daerah yang landai tersebut. Dengan dibuatnya peta kerawanan tersebut dapat dibuat peta resiko bencana lumpur lapindo yang nantinya akan berguna untuk menunjang kegiatan mitigasi bencana. ================================================================================================ Lapindo mud volcano is the result of mudflow overflows in the Porong area, Sidoarjo. Lapindo mud volcano is located 10 km northeast of Mount Penanggungan, near the Banjarpanji-1 exploration well, in the Reno Kenongo Village, Porong District, Sidoarjo Regency, East Java. The mudflow contains a lot of volcanic material accompanied by gas, so the gas burst is called mud volcano. The objective of this research is to provide information on vulnerability maps, prediction of mudflow Flood maps, and disaster risk maps. Vulnerability maps are the overlay results of slope parameters with land cover. Prediction Mudflow Flood Map are generated from overlays between Hazard Maps and Watersheds. For Disaster Risk Maps resulting from overlays of Vulnerability Maps, Vulnerability Maps, and Capacity Maps. From the results of processing the vulnerability of Lapindo mud volcano disaster map there is a classification of flat or almost sloping slopes with a slope rate of 0% to 2% covering an area of 19,80098 km2 or 78,544% from the sampling point area, indicating that the flow of mud will flow and will inundate the sloping area. With this vulnerability of disaster parameter, Lapindo mud volcano disaster risk map can be formed inorder to support disaster relief activities

    Similar works