National Institute of Health Research and Development, Indonesian Ministry of Health
Abstract
Pada tahun 1982, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengadakan suatu sampel survai guna memperoleh data mengenai pola penggunaan samijaga (sarana air minum dan jamban keluarga) di daerah pedesaan. Selain mempelajari aspek fisik dari sarana yang telah dibangun, survai tersebut mempelajari pula beberapa aspek sosial yang mungkin akan mempengaruhi pola penggunaan dan pemilikan sarana tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Dalam survai ini kepala rumah tangga dipilih sebagai responden. Dari 3153 rumah tangga yang disurvai di pulau Jawa, ternyata hanya 37,1% yang sudah menggunakan jamban. Sisanya sebesar 62,9% masih membuang kotoran di sungai, sawah, pekarangan, kolam dan di Balik semak. Alasan "kebiasaan tidak menggunakan jamban" dan "tidak ada biaya untuk membangun jamban" diberikan oleh masing-masing 34,2% dan 32,9% responden yang rumah tangganya tidak menggunakan jamban. Selain itu ada pula beberapa alasan lain ..yang dikemukakan oleh para responden, misalnya "lebih mudah tidak menggunakan jamban" dan "merasa tidak perlu menggunakan jamban". Berdasarkan hasil survai, disarankan agar diberikan penyuluhan kesehatan kepada penduduk di daerah pedesaan. Dianjurkan pula untuk tidak melupakan faktor sosial dalam mewujudkan suatu program yang diperuntukkan bagi masyarakat luas