Tesis ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis miskonsepsi pada
kemampuan berpikir aljabar siswa dan menggolongkan bentuk miskonsepsi yang
dilakukan oleh siswa serta menemukan apa penyebab terjadinya miskonsepsi yang
dilakukan oleh siswa kelas VII.
Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif sehingga data yang ada dianalisis
dengan teknik analisis data kualitatif, yaitu proses mencari serta menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil tes diagnostik miskonsepsi, wawancara, dan
observasi. Analisis data penelitian kualitatif dilakukan dengan mengorganisasikan data,
menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan penggolongan, menyusun ke dalam
pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dikaji sehingga dapat dibuat
suatu kesimpulan untuk disampaikan kepada orang lain. Subjek dalam penelitian ini
adalah 106 orang siswa kelas VII. Soal yang diberikan soal uraian sebanyak 13 soal
yang sebelumnya sudah divalidasi oleh validator. Soal juga diberikan sesuai dengan
indikator soal yang berasal dari silabus.
Berdasarkan analisis data ternyata banyak siswa yang salah konsep dalam
memahami operasi aritmatika, dan tidak mampu menggeneralisasi dalam menentukan
metode yang digunakan akibat kemampuan daya ingat siswa yang rendah, minat belajar
siswa yang kurang, dan perkembangan kognitif siswa yang tidak sesuai dengan bahan
ajar yang diminati, sehingga penanaman konsep belajar aljabar masih jadi hal yang
rumit dan susah.. Miskonsepsi merupakan hal yang terpenting untuk diperhatikan dan
perlu dicarikan solusi karena jika tidak ditanggulangi akan menyebabkan siswa
mengalami miskonsepsi berkelanjutan dan berdampak buruk pada prestasi siswa