ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN
KEBUTUHAN PRODUKSI LISTRIK DI PT. PEMBANGKITAN
JAWA BALI UNIT PEMBANGKIT MUARA TAWAR DENGAN
MENGGUNAKAN METODE Q PROBABILISTIK LOST SALES
Kegiatan industri dalam melakukan produksi memiliki beberapa faktor yang
berpengaruh dalam melakukan kegiatannya, dari beberapa faktor yang dibutuhkan, salah
satu faktor yang berpengaruh dalam melakukan kegiatan industri yaitu bahan baku atau
material yang digunakan, baik kualitas maupun kuantitas bahan baku yang digunakan
harus dapat memenuhi apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
PT. Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkit Muara Tawar yang kemudian di
singkat menjadi PT. PJB UP MTW merupakan produsen listrik yang beroprasi guna
memenuhi kebutuhan listrik di pulau Jawa dan Bali. Dalam melakukan kegiatan
pembangkitannya, perusahaan tersebut membutuhkan bahan baku yang selalu tersedia
saat dibutuhkan, tidak hanya bahan baku utama namun juga bahan baku pendukung yang
dapat menjaga performa unit tetap stabil. Melihat pentingnya ketersediaan bahan baku
maka dibutuhkan pengendalian persediaan yang menjamin ketersediaan bahan baku selalu
ada saat dibutuhkan, namun yang terjadi saat ini pengendalian persediaan belum optimal
yang dapat dilihat dari pencapaian pemenuhan service level yang masih kurang dari target
yang diinginkan perusahaan yaitu sebesar 95% .
Melihat rendahnya pencapaian service level maka dilakukan penelitian guna
meningkatkan pencapaian service level dengan menggunakan model q probabilistik lost
sales, dengan menentukan banyaknya bahan baku yang harus dipesan pada satu kali
pemesanan, menentukan waktu yang tepat dalam melakukan pemesanan, dan menentukan
stock pengaman yang harus tersedia maka akan didapatkan service level yang akan di
capai dalam pemenuhan ketersediaan bahan baku. Dari 598 jenis item yang dilakukan
perhitungan terdapat 81 item yang memiliki nilai penyerapan dana besar dan masuk
kedalam kategori A pada analisis ABC, kemudian dari 81 jenis item tersebut terdapat 36
jenis item yang masuk kedalam distribusi normal, dari 36 jenis item tersebut kemuadian
dilakukan perhitungan pengendalian persediaan dengan menggunakan model q
probabilistik lost sales
Hasil dari perhitungan yang dilakukan terhadap 36 jenis item mendapatkan
service level rata – rata sebesar 99.96%, angka tersebut meningkat dari sebelumnya yang
hanya menapatkan rata – rata sebesar 84.54% dan melebihi target yang diinginkan
perusahaan, selain meningkatnya service level dengan metode q probabilistik lost sales
perusahaan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan, untuk memenuhi persediaan 36
jenis item akan menghemat sebesar Rp. 17.455.252.910,- dari hasil yang didapat maka
perusahaan dapat menggungakan dan menerapkan model q probabilistik lost sales dalam
melakukan pengendalian persediaanya agar pengendalian persediaan lebih optimal.
Kata Kunci: Inventory Control, Pengendalian Persediaan, Model Q Lost sale