Arthropoda merupakan organisme yang memiliki kelimpahan paling tinggi di
muka bumi ini dibandingkan dengan organisme lainnya, keanekaragaman
Arthropoda dapat menentukan kestabilan ekosistem. Penelitian mengenai
perbandingan keanekaragaman Arthropoda di suatu daerah khususnya antara
hutan homogen dan hutan heterogen, jarang ditemukan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengukur keanekaragaman Arthropoda di hutan
Pinus dan hutan Jayagiri Lembang Kabupaten Bandung Barat kemudian
membandingkan berdasarkan index sorensen. Dilaksanakan pada tanggal 14 - 15
April 2018. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode
pengambilan sampel hewan Arthropoda pada penelitian ini menggunakan
rancangan belt transect dengan metode hand sorting, beating tray, insect-net, pit
fall trap, dan pengapungan. Rancangan belt transect yang akan digunakan dalam
penelitian ini memiliki 5 stasiun, dengan jarak masing-masing stasiun adalah 25 m
dan terdapat 6 bagian plot dengan 1 buah kuadran yang memiliki luas 1x1 m pada
masing-masing stasiun, dengan jarak masing-masing kuadran adalah 20 m. Data
penunjang yang diukur adalah faktor lingkungan (suhu udara, kelembapan udara,
suhu tanah, pH tanah, dan kelembapan tanah). Berdasarkan hasil identifikasi
terdapat 5 kelas, 19 bangsa, 59 suku, dan 105 jenis Arthropoda di hutan Pinus.
Sedangkan di hutan Jayagiri terdapat 5 kelas, 15 bangsa, 58 suku, dan 125 jenis
Arthropoda. Nilai index keanekaragaman Arthropoda secara keseluruhan dari 5
stasiun di hutan Pinus adalah 3.00 (keanekaragaman sedang), di hutan Jayagiri
adalah 3,25 (keanekaragaman tinggi) lebih tinggi dibandingkan di hutan Pinus.
Nilai index kesamaan jenis sorensen Arthropoda hutan Pinus dan hutan Jayagiri
Lembang adalah 0,12 (sangat rendah) yang menunjukkan bahwa jenis Arthropoda
hutan Pinus dan hutan Jayagiri Lembang tidak sama.
Kata Kunci : Keanekaragaman, Arthropoda, Index Sorense