Pada dasarnya perencanaan tata ruang perkotaan seyogyanya dimulai dengan
mengidentifikasi kawasan-kawasan yang secara alami harus diselamatkan untuk
menjamin kelestarian fungsi lingkungan. RTH yang merupakan suatu lahan dengan
fungsinya yang beragam merupakan suatu lahan yang perlu ada dalam sebuah
perkotaan. Fungsi RTH secara umum adalah sebagai lahan penyeimbang antara lahan
terbangun dengan lahan non terbangun. RTH sendiri mempunyai banyak jenis/kategori
contohnya taman, dimana taman yang merupakan salah satu jenis RTH mempunyai
multifungsi yaitu sebagai sarana rekreasi dan merupakan suatu lahan biogenering.
Wilayah Gedebage yang merupakan salah satu sub wil pengembangan Kota
Bandung, saat ini telah mengalami beberapa permasalahan lingkungan, penyebab
semakin berkurangnya kualitas lingkungan di Gedebage secara tidak langsung terkait
dengan adanya keberadaan ruang terbuka hijau seperti taman. Data terakhir tahun
2006 mengenai taman di WP Gedebage berjumlah 110 taman dengan luas hanya 10 Ha
atau sekitar 0,3% dari luas wilayah WP Gedebage. Sedangkan standar kebutuhan
taman suatu kota menurut Departemen PU idealnya bias mencapai 12%. Dengan kata
lain, secara umum kebutuhan taman di WP Gedebage masih jauh dari standar yang
telah ditetapkan.
Di bandingkan dengan wilayah pengembangan lain di Kota Bandung, kebutuhan
(demand) taman di WP Gedebage sangat tinggi, hal ini terlihat dari fenomena sosial
masyarakat yang terjadi, dimana apabila pada hari weekend masyarakat wilayah
Gedebage cenderung menggunakan gedung serba guna atau kantor bersama untuk
kegiatan sosial. Dengan asumsi lain ketersediaan taman di WP Gedebage masih sangat
kurang sebagai sarana sosial untuk masyarakat dalam menjalankan kegiatan
rekreasinya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan kebutuhan
dan penyebaran taman di wilayah Gedebage sebagai bagian RTH di Kota Bandung.
Dimana berdasarkan kondisi eksisting terlihat bahwa pengadaan ruang terbuka hijau
di wilayah perkotaan cenderung kurang memperhatikan standar yang telah ditetapkan