research

ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENYEBARAN TAMAN DI WP GEDEBAGE SEBAGAI BAGIAN RTH DI KOTA BANDUNG TAHUN 2008-2012

Abstract

Pada dasarnya perencanaan tata ruang perkotaan seyogyanya dimulai dengan mengidentifikasi kawasan-kawasan yang secara alami harus diselamatkan untuk menjamin kelestarian fungsi lingkungan. RTH yang merupakan suatu lahan dengan fungsinya yang beragam merupakan suatu lahan yang perlu ada dalam sebuah perkotaan. Fungsi RTH secara umum adalah sebagai lahan penyeimbang antara lahan terbangun dengan lahan non terbangun. RTH sendiri mempunyai banyak jenis/kategori contohnya taman, dimana taman yang merupakan salah satu jenis RTH mempunyai multifungsi yaitu sebagai sarana rekreasi dan merupakan suatu lahan biogenering. Wilayah Gedebage yang merupakan salah satu sub wil pengembangan Kota Bandung, saat ini telah mengalami beberapa permasalahan lingkungan, penyebab semakin berkurangnya kualitas lingkungan di Gedebage secara tidak langsung terkait dengan adanya keberadaan ruang terbuka hijau seperti taman. Data terakhir tahun 2006 mengenai taman di WP Gedebage berjumlah 110 taman dengan luas hanya 10 Ha atau sekitar 0,3% dari luas wilayah WP Gedebage. Sedangkan standar kebutuhan taman suatu kota menurut Departemen PU idealnya bias mencapai 12%. Dengan kata lain, secara umum kebutuhan taman di WP Gedebage masih jauh dari standar yang telah ditetapkan. Di bandingkan dengan wilayah pengembangan lain di Kota Bandung, kebutuhan (demand) taman di WP Gedebage sangat tinggi, hal ini terlihat dari fenomena sosial masyarakat yang terjadi, dimana apabila pada hari weekend masyarakat wilayah Gedebage cenderung menggunakan gedung serba guna atau kantor bersama untuk kegiatan sosial. Dengan asumsi lain ketersediaan taman di WP Gedebage masih sangat kurang sebagai sarana sosial untuk masyarakat dalam menjalankan kegiatan rekreasinya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan kebutuhan dan penyebaran taman di wilayah Gedebage sebagai bagian RTH di Kota Bandung. Dimana berdasarkan kondisi eksisting terlihat bahwa pengadaan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan cenderung kurang memperhatikan standar yang telah ditetapkan

    Similar works