Salah satu metode dalam proses pengecoran adalah pengecoran sentrifugal
yang pada umumnya digunakan untuk memperbaiki sifat material dan
menghasilkan komponen berbentuk silinder atau komponen yang simetris pada
cetakan yang berputar. Oleh karena itu perlu dipelajari tentang proses pengecoran
sentrifugal dan produk hasil pengecoran sentrifugal dengan menggunakan material
kuningan yang meliputi cacat-cacat pengecoran dan sifat mekanik.
Dalam tugas akhir ini dilakukanlah beberapa percobaan pengecoran
kemudian dilakukan pengujian visual untuk melihat cacat-cacat hasil pengecoran
dan uji keras serta uji metalografi untuk mengetahui sifat-sifat mekanik dari hasil
pengecoran tersebut.
Hasil dari pengecoran sentrifugal dengan menggunakan material kuningan
terdapat cacat clod shut, cacat porosity dan inklusi. Pada pengamatan struktur mikro
spesimen hasil pengecoran sentrifugal dibandingkan dengan struktur mikro yang
ada Atlas Microstructure maka diperkirakan material yang digunakan pada
penelitian ini merupakan kuningan jenis Alloy C 360. Struktur mikro hasil
pengecoran sentrifugal pada penelitian ini terdapat fasa β yang tidak beraturan dan
juga fasa α yang lebih mendominasi, fasa β yang terbentuk memiliki kandungan Zn
yang dapat meningkatkan kekerasan, sementara pengaruh Pb dalam kuningan yang
mengendap pada batas butir dapat meningkatkan mampu mesin kuningan tersebut.
Terdapat juga porositas dari hasil pengecoran tersebut di karenakan adanya oksidasi
selama proses pengecoran berlangsung. Dari hasil uji keras Rockwell yang
dilakukan pada spesimen hasil pengecoran sentrifugal didapat harga kekerasan ratarata
sebesar 51.3 HRB, harga kekerasan ini lebih rendah dibandingkan dengan
harga kekerasan Alloy C 360 yaitu 72 HRB, hal ini diperkirakan karena terdapat
porositas pada hasil pengecoran sentrifugal