PT. SUNRISE ABADI merupakan perusahaan yang bergerak dibidang
manufaktur penyedia Spare Part mesin industri dan rekayasa mesin produksi,
contoh produknya antara lain ; Roda Gigi Bearing, Gear, As Gear Box dan Besi
Plat, serta mesin-mesin industri. Dalam memenuhi konsumen akan produk-produk
yang dihasilkan, PT. SUNRISE ABADI menerapkan strategi make to order.
Kebutuhan pasar akan produk yang dihasilkan PT. SUNRISE ABADI ini
berfluktuatif dan tidak dapat diprediksi secara pasti untuk setiap periode. Melihat
kondisi tersebut maka perlu dicermati untuk didapatkan informasi yang baik dalam
penyediaan bahan baku yang dibutuhkan agar produksi yang dilakukan berjalan
lancer.
Hal ini menyebabkan permasalahan dalam pengendalian persediaan bahan
baku yang dilakukan yaitu terdapatnya kekurangan-keurangan persediaan
persediaan untuk periode-periode tertentu. Dengan adanya hal ini perusahaan
seringkali menetapkan kebijakan backlog atau pengiriman susulan terhadap
barang yang dipesan karena kekurangan persediaan (stock out) tersebut. Hal ini
otomatis akan menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan. Dampak negatif
yang ditimbulkan disini berupa timbulnya ongkos yang lebih mahal dari
pemesanan normal sebagai akibat dari harus dilakukannya pemesanan darurat
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan demikian untuk mengatasi masalah tersebut, maka pada tugas
akhir ini akan membahas bagaimana mencari solusi optimal dari pemesanan
kebutuhan bahan baku, titik pesan kembali, dan persediaan pengaman agar tidak
terjadi kelebihan maupun kekurangan bahan baku sehingga didapatkan total biaya
persediaan yang minimal dengan dilakukan analisis distribusi data, kemudian
dilakukan peramlan untuk mengetahui banyaknya kebutuhan produk untuk periode
yang akan datang, dan perhitungan pengendalian persediaan dengan
menggunakan model pengendalian countinous review Q back order.
Dati hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh untuk hasil peramalan
pengendalian bahan baku roda gigi lurus untuk periode Juni 2016 hingga Mei 2017
metode yang baik untuk diterapkan yaitu metode Linier Regresion karena memiliki
tingkat kesalahan terkecil dengan menggunakan MSE. Solusi optimal dalam
pengendalian persediaan yaitu untuk tingkat pemesanan bahan baku setiap periode
adalah sebasar 344, titik pesan kembali yang harus segera dilakukan agar tidak
terjadi kekurangan persediaan yaitu sebesar 44, kemudian tingkat persediaan
pengaman agar tidak terjadinya kekurangan maupun kelebihan persediaan adalah
sebesar 2, dan didapatkan biaya total persediaan adalah sebesar Rp
213.689.304,07