Beton pada umumnya merupakan campuran antara agregat,
semen, air, dan bahan-bahan tambah lain. Perbedaan yang sangat
nampak antara beton normal dan beton mutu tinggi adalah pada nilai
kuat tekan beton. Beton normal memiliki kuat tekan antara 20-40
MPa, sedangkan beton mutu tinggi antara 40-80 MPa. Beton mutu
tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi nilai fas atau dengan
kata lain jumlah air dikurangi karena air banyak mengandung udara
yang menyebabkan munculnya pori-pori pada beton saat beton
mengeras yang mengakibatkan kekuatan menurun. Selain itu juga
dengan menambahkan bahan-bahan tambah lain (additive) dan juga
bahan pengisi untuk mendapatkan beton dengan tingkat kepadatan
yang tinggi.
Penelitian ini akan menguji mengenai pengaruh penambahan
fly ash pada beton mutu tinggi dengan silica fume, superplasticizer,
dan filler tepung kuarsa. Kadar silica fume dan tepung kuarsa yang
ditambahkan sebanyak 10% dari berat semen dan kadar
superplasticizer yang ditambahkan sebesar 2% dari berat semen.
Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat tekan dan
modulus elastisitas beton dengan menggunakan benda uji berbentuk
silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tekan
dilakukan pada saat beton berumur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.
Sedangkan pengujian modulus elastisitas dilakukan pada saat beton
berumur 28 hari. Variasi fly ash yang digunakan yaitu sebesar 0%,
5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat semen.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan fly ash membuat
beton mutu tinggi meningkat berat jenisnya. Diperoleh nilai kuat
tekan rerata pada beton umur 28 hari dengan variasi 0%, 5%, 10%,
15%, 20%, 25% berturut-turut adalah 37,69 MPa, 75,06 MPa, 64,30
MPa, 60,92 MPa, 58,32 MPa, dan 66,11 MPa. Kuat tekan beton
maksimum terjadi pada penambahan fly ash sebesar 5% yang
meningkatkan kuat tekan sebesar 99,15% dari beton tanpa fly ash.
Sedangkan nilai modulus elastisitas rerata pada beton umur 28 hari
dengan variasi fly ash yang sama berturut-turut adalah 32.059,9294
MPa, 36.204,1322 MPa, 35.510,8152 MPa, 34.969,4492 MPa,
33.276,9639, dan 36.893,6286 MPa. Modulus elastisitas tertinggi
terjadi pada penambahan fly ash 25% yang meningkatkan modulus
elastisitas 15,08% dari beton tanpa fly ash