Perkembangan dunia konstruksi yang terus maju pada beberapa decade belakangan ini membuat
tantangan baru dalam dunia kerja bidang konstruksi. Berbagai metode sudah dicoba untuk dilakukan
untuk mencapai hasil kerja yang efektif dan efisien dalam suatu proyek konstruksi. Salah satu faktor
yang menjadi perhatian penting bagi para pelaksana proyek konstruksi adalah faktor pekerja.
Pekerja dalam proyek konstruksi merupakan suatu bagian vital yang mendukung suksesnya suatu
proyek. Para pekerja tidak luput juga dari perhatian para pimpinan proyek. Dari berbagai metode yang
digunakan oleh para pimpinan proyek, salah satunya adalah dengan meneliti apa motivasi kerja yang
penting bagi para pekerja konstruksi dan pengaruhnya terhadap semangat kerja mereka. Pada tugas ahkir
ini penulis membagi responden dalam dua kelompok, yaitu kelompok pekerja harian yang terdiri dari:
Tukang, Tenaga, Mandor,dsb. dan kelompok pekerja tetap yang terdiri dari: site engineer, site manager,
Q/S, pengawas, dsb.’
Dalam tugas ahkir ini penulis akan menganalisis apakah ada hubungan antara suatu tingkat
kepentingan faktor motivasi kerja terhadap tingkat pengaruhnya pada semangat kerja pekerja konstruksi.
Faktor motivasi kerja yang akan penulis tinjau pada tugas ahkir ini adalah menggunakan teori hirarki
kebutuhan dari Masslow. Masslow menilai bahwa faktor kebutuhan manusia akan terus meningkat
secara bertahap. Adapun Masslow membagi kebutuhan manusia menjadi 5 tingkat, dimana tingkat
paling dasar adalah kebutuhan fisiologis, kemudian naik menjadi kebutuhan akan rasa aman, kemudian
naik menjadi kebutuhan sosial, kemudian naik lagi menjadi kebutuhan penghargaan, dan yang paling
tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri.
Metode analisis penulis adalah dengan mengambil data dari beberapa responden pekerja harian,
maupun pekerja tetap di kota Surakarta dan DIY. Data yang diperoleh akan disajikan secara deskriptif
menggunakan Microsoft excel, sedangkan untuk analisis hubungan, penulis menggunakan pearson
correlation test dengan program SPSS 16.0.
Dari hasil analisis data yang penulis lakukan, dapat penulis simpulkan bahwa tingkat motivasi
pekerja baik harian maupun tetap di kota Surakarta dan DIY masih rendah, karena masih berada pada
faktor kebutuhan fisiologis, yang merupakan faktor kebutuhan dasar pada teori hirarki kebutuhan
Masslow. Dan juga dapat disimpulkan bahwa tingkat kepentingan faktor motivasi kebutuhan memiliki
hubungan dengan tingkat pengaruhnya terhadap semangat kerja pekerja pada proyek konstruksi