Peralatan konstruksi sangat dibutuhkan dalam proyek konstruksi. Menurut
Soeharto (1995), Material dan peralatan merupakan bagian terbesar dari proyek,
nilainya mencapai 50-60 % dari total biaya sehingga ketersediaan material dan
peralatan benar-benar perlu diperhatikan. Untuk memenuhi kebutuhan peralatan
konstruksi tersebut metode akuisisi peralatan konstruksi perlu dilakukan. Ada
beberapa metode akuisisi untuk dapat memenuhi kebutuhan peralatan konstruksi,
dengan membeli peralatan, menyewa peralatan(rent), atau sewa guna usaha
(leasing). Tugas Akhir ini bermaksud mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan perusahaan kontraktor di Yogyakarta terhadap metode
akuisisi peralatan konstruksi.
Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi
literatur dan kuesioner. Kuesioner disebar kepada perusahaan-perusahaan
kontraktor di Yogyakarta. Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan
persentase, peringkat nilai rata-rata dan perbandingan nilai rata-rata dari jawaban
responden. Analisis yang digunakan adalah persentase, nilai rata-rata (mean), dan
nilai simpangan baku (standard deviation), analisis pemeringkatan nilai rata-rata,
analisis perbandingan nilai rata-rata dengan uji t sampel independen (Independent-
Samples T Test),
Hasil yang didapatkan lewat pengolahan data adalah perusahaan kontraktor
di Yogyakarta lebih memilih peralatan yang diakuisisi pada perusahaan
konstruksinya dengan metode menyewa peralatan konstruksi. Peringkat terpenting
faktor finansial yang harus diperhatikan dari biaya yang harus dikeluarkan pada
faktor biaya tetap adalah harga beli, pada faktor penggunaan peralatan adalah
perawatan, pada faktor biaya tidak langsung adalah faktor kelebihan biaya
operasional peralatan, pada faktor biaya lain-lain adalah faktor pemilihan alat
yang tidak tepat. Peringkat terpenting faktor finansial yang harus diperhatikan dari
hasil yang didapat dari kepemilikan peralatan adalah faktor penghasilan dari
dalam perusahaan. Peringkat terpenting pada faktor non finansial yang harus
diperhatikan dari faktor promosi adalah sub faktor pandangan publik, dari faktor
kemampuan penyesuaian adalah sub faktor fleksibilitas, dari faktor ketersediaan
alat adalah sub faktor kesempatan mendapatkan pekerjaan karena pemilikan alat,
dari faktor resiko adalah sub faktor resiko kehilangan kontrak karena kurangnya
aset yang dimiliki, dari faktor organisasi adalah sub faktor kemampuan pekerja
dalam hal pengoperasian