Jerawat merupakan suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat oleh
kotoran dan adanya bakteri Propionibacterium acnes yang berkembang biak di
daerah sumbatan tersebut. Di Indonesia, masyarakat mulai melirik suatu produk
minuman yang dipercaya secara empiris dapat mengatasi masalah jerawat, yaitu
produk minuman fermentasi kefir. Kefir merupakan produk fermentasi yang
memiliki cita rasa asam dan sedikit beralkohol. Kefir dapat difermentasi dengan
air maupun dengan susu. Kandungan kefir yang dipercaya memiliki sifat
antibakteri yaitu alkohol, asam laktat, asam asetat, dan lain-lain. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktivitas antibakteri yang terdapat pada
butir mapun air kefir, serta melihat perbedaan antara kefir fermentasi dengan
produk kefir, yang dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan variasi jenis kefir, yaitu butir kefir, air kefir, dan produk kefir
merek “Zaikeff”. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu kefir memiliki
pH yang berkisar antara 3,88 – 5, kadar asam laktat 0,13% - 0,63%, kadar etanol
antara 0,17% - 0,75%, luas zona hambat antara 0,17 cm2 – 2,57 cm 2. Aktivitas
antibakteri yang terbaik dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes
dilihat dari luas zona hambat adalah air kefir, sedangkan produk kefir ”Zaikeff”
merupakan yang terbaik jika ditinjau dari kadar etanol dan kadar asam laktat