Salah satu keinginan pasar adalah ketepatan pengiriman order kepada
konsumen sesuai dengan waktu yang telah ditentukan (tidak terlambat).
Perencanaan dapat terjadi jika adanya perencanaan, pengaturan, dan
pengendalian di lantai produksi. PT X merupakan perusahaan industri
manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan rantai sepeda motor. PT X
belum memiliki rencana produksi yang dapat digunakan di plant 1 dan plant 2
secara bersama. Rencana produksi yang digunakan oleh departemen PPIC
hanya berdasarkan Master Production Schedule (MPS). Rencana produksi
tersebut hanya digunakan di plant 2 yaitu pabrik perakitan rantai, sedangkan
rencana produksi yang dibuat oleh departemen produksi bukan berdasarkan
kebutuhan yang terdapat pada rencana produksi MPS melainkan berdasarkan
stock komponen yang akan segera habis. Saat komponen rantai akan segera
habis, barulah kepala produksi memberi tahu operator produksi untuk melakukan
produksi sesuai intruksi dari kepala produksi. Perbedaan rencana produksi pada
departemen PPIC dan departemen produksi ini yang menyebabkan sering
terjadinya kekosongan komponen yang siap dirakit pada inventory sementara
ASF sehingga kedua departemen ini sering tidak dapat memenuhi kebutuhan
rantai yang ada pada rencana produksi MPS.
Usulan perbaikan yang diberikan adalah membuat sistem penjadwalan produksi
dan prosedur yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh kedua
departemen dan kedua plant. Sistem penjadwalan produksi yang akan
diterapkan adalah sistem penjadwalan produksi. Pembuatan sistem penjadwalan
harus berdasarkan prioritas pengerjaan yaitu berdasarkan due-date, jumlah
permintaan dan sisa rantai. Penjadwalan dilakukan perbaikan (trial) secara terus
menerus hingga seluruh permintaan MPS terpenuhi semuanya. Prosedur dibuat
setelah seluruh jadwal selesai dikerjakan. Prosedur berfungsi untuk membantu
bagian produksi dalam mempersiapkan stock untuk komponen yang memiliki
waktu proses paling lama yang memungkinkan rantai tersebut yang akan
mengalami keterlambatan dalam pemenuhan permintaan