Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi yang dikenal sebagai kota
pelajar. Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta juga dikenal sebagai kawasan
budaya serta memiliki potensi alam yang indah yang menjadi tombak pariwisata
setempat. Banyaknya obyek dan daya tarik wisata telah menyerap
kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan
nusantara, oleh sebab itu pengembangan pariwisata menjadi sebuah potensi yang
dapat membawa pengaruh positif baik bagi pemerintah maupun masyarakat
setempat. Hal ini terlihat melalui pembangunan akomodasi hotel yang semakin
berkembang di provinsi ini.
Dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1
Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012 – 2025 tercantum
pembangunan Fasilitas Kepariwisataan dalam mendukung perintisan
pengembangan Baron - Sundak dan sekitarnya (termasuk kawasan pantai
Sepanjang) sebagai kawasan wisata tepi pantai berbasis relaksasi dan keluarga.
Dalam peraturan tersebut, disebutkan pengembangan di pantai-pantai daerah
Gunungkidul dan salah satunya ialah pantai Sepanjang yang akan dikembangkan
sebagai kawasan wisata pantai tropis alami.
Pantai Sepanjang yang berada di Desa Kemadang memiliki keunikkan dalam
budaya. Masyarakat Desa Kemadang yang bermata pencaharian sebagai petani
masih memegang teguh tradisi Rasulan sebagai ungkapan syukur pada Tuhan
Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. Dalam tradisi Rasulan
masyarakat Kemadang masih menyajikan kesenian Reog Wong Ireng yang sudah
tidak dipertunjukkan oleh desa-desa lainnya.
Atas dasar tersebut, proyek ini berupa sebuah Hotel Resor yang menyediakan
fasilitas edukasi budaya masyarakat pesisir yang dapat menarik wisatawan untuk
lebih lama bermukim dan semakin mengenal kawasan Gunungkidul terutama
Pantai Sepanjang sebagai salah satu kekayaan alam yang juga memiliki keunikkan
budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta