Landasan Konseptual perencanaan dan perancangan Pusat Rehabilitasi Bagi
Pengguna Narkoba di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah membahas tentang
sarana yang menjadi tempat rehabilitasi bagi penderita ketergantungan narkotika atau
penderita sindroma ketergantungan psikotropika, ini dilakukan dengan maksud untuk
memulihkan atau mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial pengguna yang
berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fungsi utamanya adalah sebagai wadah untuk menampung para korban
penyalahgunaan narkoba terutama bagi para korban yang berada di Provinsi DIY.
Kegiatan utamanya adalah proses rehabilitasi bagi pasien (korban) yang terbagi atas 3
kegiatan pokok yakni rehabilitasi medis, rehabilitasi mental-spritual, dan rehabilitasi
sosial.
Permasalahan yang akan diselesaikan pada rancangan Pusat Rehabilitasi Bagi
Pengguna Narkoba di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah rancangan Pusat
Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang
mampu membantu mempercepat proses rehabilitasi melalui pengolahan tata ruang dalam
dan tata ruang luar dengan mengembangkan prinsip - prinsip lingkungan yang
menyembuhkan.
Salah satu usaha mewujudkan sebuah lingkungan yang menyembuhkan adalah
melalui penciptaan konsep lingkungan keluarga (rumah tinggal). Melalui konsep ini,
pasien tidak akan merasakan berada di rumah sakit atau rumah tahanan dalam menjalani
proses rehabilitasinya, tapi lebih merasakan berada ditengah keluarga sendiri yang
tentunya memberikan semangat, dorongan atau motivasi dan cinta kasih pada diri pasien.
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam melakukan
interaksi antara individu yang satu dengan yang lain. Lingkungan yang terorganisir untuk
mempengaruhi interaksi antar individu akan mempermudah penyembuhan pengguna
narkoba. Konsep lingkungan yang menyembuhkan membahas tentang interaksi yang
merupakan hal utama dalam proses penyembuhan secara mental, karena dalam wujud
lingkungan keluarga terdapat kualitas lingkungan yang menyembuhkan.
Melihat faktor – faktor yang tertera di atas, maka penekanan desainnya lebih
diutamakan pada pengolahan tata ruang baik tata ruang dalam maupun tata ruang luar di
lingkungan tersebut, sehingga metode atau pendekatan yang digunakan adalah konsep
lingkungan yang menyembuhkan