SITUS TROWULAN DALAM BINGKAI
PEMBERITAAN KOMPAS
Analisis Framing Kasus Pembangunan ‘Pusat Informasi
Majapahit’ dalam Pemberitaan KOMPAS Periode Januari 2009
Awal 2009, dunia dihajar dengan kasus invasi Israel ke Palestina. Masih di awal 2009,
kita, masyarakat Indonesia, ditampar dengan isu kelangkaan BBM. Pun di awal 2009, KOMPAS
meledakkan kontroversi perusakan Situs Trowulan. Situs Ibu Kota Majapahit tersebut dirusak
oleh pemerintah atas nama megaproyek ‘Pusat Informasi Majapahit’ (PIM). Lucunya, kerusakan
yang begitu nyata terjadi tidak serta merta membuat media ‘mempersoalkan’ kasus ini. Terhitung
hanya KOMPAS yang secara kuantitas memberitakan kontroversi PIM secara besarbesaran.
Beturut-turut mereka menurunkan pemberitaan selama seminggu lebih. Bahkan sempat
menjadikannya headline. Mengapa demikian?
Berita, dalam pandangan konstruksionis, dianggap sebagai sebuah produk konstruksi atas
sebuah realitas. Dalam hal ini, KOMPAS diyakini menerapkan strategi khusus dalam meliput dan
menulis berita soal PIM. Alasan ‘merekayasa’ realitas yang paling umum adalah politis dan
ekonomis. Afiliasi pada kekuasaan politik tertentu, serta latar belakang kepemilikan modal
media, akan sangat menentukan arah pemberitaan sebuah media. Tidak hanya ‘level atas’,
bahkan latar belakang serta interes seorang jurnalis, sebagai individu, juga bisa sangat
menentukan isi pemberitaan.
Analisis Framing merupakan metode yang tepat untuk memahami proses
pengkonstruksian media atas sebuah realitas. Dua tingkat analisis yang umumnya dilakukan
dalam penelitian Analisis Framing, membuat peneliti mampu memahami proses yang terjadi.
Teks (berita, tabel, foto, dll.) dipahami sebagai produk dari konstruksi. Konteks dipahami
sebagai latar di mana teks itu diproduksi. Teks dan konteks merupakan sebuah kesatuan yang
dapat membantu kita dalam memahami proses konstruksi media. Penelitian ini menggunakan
perangkat analisis teks milik Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang sangat mendetil dalam
memahami sebuah teks.
Pada akhirnya, KOMPAS dalam kontroversi pembangunan PIM memainkan fungsi
kontrol sosialnya. KOMPAS secara tegas menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh
pemerintah adalah sebuah kebodohan. Intinya, hentikan segera megaproyek PIM sebelum
menambah parah kondisi situs. Sikap keras KOMPAS terhadap pemerintah bisa dipahami sebagai
bentuk ketegasan mereka dalam menjaga warisan budaya bangsa. Akan tetapi, ketegasan
KOMPAS dalam kontroversi PIM bisa jadi karena kasus ini tidak cukup politis, tidak harus
memaksa KOMPAS ‘beradu’ dengan Susilo Bambang Yudhoyono