research

Metode dakwah Nabi Muhammad SAW di tengah pluralitas masyarakat Madinah (suatu pendekatan historis)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW di Tengah Pluralitas Masyarakat Madinah (Suatu Pendekatan Historis)”. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui metode dakwah Nabi Muhammad SAW di tengah pluralitas masyarakat Madinah dan untuk mengetahui tantangan yang dihadapi Nabi Muhammad SAW di tengah pluralitas masyarakat Madinah. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah library research (studi kepustakaan). Selanjutnya dilakukan analisis terhadap data yang telah terkumpul dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ada 6 metode dakwah Nabi Muhammad SAW di tengah pluralitas masyarakat Madinah, yaitu: 1) Metode personal dilakukan secara langsung dengan tatap muka antara Rasulullah dan para sahabat yang telah memeluk agama Islam. 2) Metode Pendidikan Nabi Muhammad SAW yaitu Graduasi (al-Tadarruj), Levelisasi (Mura’at al-Mustawayat), Variasi (Al-Tanwi’ wa al-Taghyir), Keteladanan (Al-Uswah wa al-Qudwah), Aplikatif (Al-Tatbiqi wa al-‘Amali), Mengulang-ulang (Al-Takrir wa al-Muraja’ah), Evaluasi (Al-Taqyim), Dialog (Al-Hiwar), Analogi (Al-Qiyas) dan Cerita atau Kisah (Al-Qishshah). 3) Metode Penawaran, Rasulullah SAW menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah seperti kabilah Khazraj yang memeluk Islam. 4) Metode Misi (Bi’tsah), Misi Dakwah ke Yastrib dan Nejed. 5) Metode korespondensi, dilakukan Rasulullah dengan menulis surat dakwah yang berisi seruan untuk masuk Islam, Surat yang berisi tentang aturan agama Islam, surat yang berisi tentang hal-hal yang wajib dikerjakan orang-orang non-muslim yang tinggal dan hidup di wilayah dan pemerintahan Islam (Madinah). 6) Metode diskusi (mujadalah), yaitu Diskusi Nabi dengan Orang-orang Yahudi dan Orang-orang Nashrani. Rasulullah mendapat tantangan dari kelompok masyarakat Yahudi Madinah yang sejak awal memang sudah kurang peduli dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam lain karena mereka menduga posisi mereka akan digeser. Tantangan itu juga datang dari kafir Quraisy mengirim pasukan kepada umat Islam di Madinah. Mereka ingin membinasakan umat Islam. Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam melalui metode-metode beliau sanggup mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Sekarang ini semua penduduk Madinah telah beragama Islam berkat dakwah Rasulullah. Oleh sebab itu, tantangan yang kita hadapi yaitu melanjutkan dakwah Rasulullah sesuai yang beliau ajarkan

    Similar works