Strategi Bertahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Banjarnegara Terhadap Diskriminasi Keagamaan Tahun 2018

Abstract

Penelitian dengan judul “Strategi Bertahan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Banjarnegara Terhadap Diskriminasi Keagamaan Tahun 2018.” Mendeskripsikan penyebab JAI Banjarnegara mengalami diskriminasi pada tahun 2018, dan melihat pola gerakan yang dilakukan JAI Banjarnegara, untuk mempertahankan keberlangsungannya sebagai kelompok sosial minoritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diskriminasi yang dialami oleh JAI Banjarnegara, berjenis diskriminasi tidak langsung, dengan menggunakan kebijakan untuk menghambat JAI Banjarnegara. Tindakan tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antaranya; Pertama, Prejudice Kelompok Islam Mayoritas, Kedua, Relasi Kuasa Elitis Islam Mayoritas Sebagai Kelompok Penekan. Ketiga, Miskinnya Jejaring (Networking) Jemaat Ahmadiyah Banjarnegara. Kemudian Strategi yang digunakan JAI Banjarnegara dalam merespon hal tersebut, agar komunitasnya tetap hidup, dilakukan dengan: Pertama, Pemanfaatan Struktur Kesempatan Politik dan Identitas Kolektif, digunakan jemaat Ahmadiyah dalam membantu mengadakan gerakan perpindahan (migratory movement). Kedua, Sikap Humanisme-Altruistik Sebagai Cultural Framing, dengan menciptakan produktifitas yang menampilkan aksi humanisme untuk merekonstruksi wajah organisasinya

    Similar works