Salah satu strategi yang digunakan untuk pekembangan retail adalah strategi
omnichannel. Strategi omnichannel adalah strategi yang mengintegrasikan seluruh
saluran penjualan. Strategi ini memberikan pilihan kepada konsumen untuk
memilih dan berpindah dari suatu saluran ke saluran lainnya. Hal ini
menyebabkan timbulnya perilaku webrooming dan showroooming. Beberapa
bisnis retail sudah menerapkan strategi omnichannel seperti Alfamart, Zara,
Telkomsel, dan lai-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja
dan bagaimana pengaruh faktor penyebab webrooming dan showrooming dengan
menggunakan Push-Pull Mooring (PPM) Framework untuk memaksimalkan
penjualan diseluruh saluran penjualan pada retail. Faktor Push meliputi
information searching, service quality, dan price. Faktor Pull meliputi alternative
attractiveness dan responsiveness. Faktor Mooring meliputi switching cost,
subjctive norm, dan habbit. Penelitian ini menggunakaan data primer yang
berasal dari data 100 kuisioner yang didapatkan dari pengguna omnichannel di
Kabupaten Banyumas. Pengolaahan data menggunakan software SmartPLS dan
diperoleh hasil terdapat indikator yang memiliki pengaruh positif dan indikator
yang memiliki pengaruh negatif pada masing-masing variabel push, pull, mooring
terhadap perilaku webrooming dan showrooming. Usulan yang mungkin diberikan
kepada perusahaan omnichannel yaitu memperhatikan faktor information
searching, price, alternative attractiveness, dan responsiveness pada masingmasing saluran penjualan dan menambah kualitas pada faktor-faktor tersebut