Latar Belakang: Apoteker merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam upaya menghadapi COVID-19 di bidang pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi apoteker terhadap peran dan perilaku apoteker di rumah sakit dalam pelayanan kefarmasian selama pandemi serta faktor-faktor yang memengaruhi peran dan perilaku apoteker.
Metodologi: Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam secara daring menggunakan zoom meeting. Informan diambil hingga data jenuh. Keabsahan data melalui uji kredibilitas menggunakan member checking, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas melalui audit dosen pembimbing. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode analisis tematik.
Hasil: Delapan informan menjelaskan mengenai komitmen apoteker yang tinggi terhadap peran pentingnya sebagai tim tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang terbaik di bidang klinis dan manajerial. Apoteker melakukan adaptasi dalam pelayanan kefarmasian, memastikan terapi yang rasional bagi pasien COVID-19, dan menjamin ketersediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) tetap terjaga termasuk pengelolaan hibah, pengelolaan vaksin dan terlibat dalam membuat kebijakan terkait APD. Apoteker juga melakukan strategi inovasi pelayanan kefarmasian yaitu penghantaran obat bagi pasien rawat jalan dan pelayanan telefarmasi. Apoteker dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Faktor pendukung peran dan perilaku apoteker yaitu kolaborasi interprofessional antara apoteker dengan tenaga kefarmasian, dukungan dari teman sejawat dan tenaga kesehatan, rumah sakit, pemerintah, donasi dan teknologi. Faktor penghambat peran dan perilaku apoteker yaitu kondisi pandemi yang tidak menentu, apoteker yang terpapar COVID-19 dan kesehatan mental apoteker dan tenaga kesehatan.
Kesimpulan: Apoteker berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kefarmasian di masa pandemi dengan beberapa adaptasi dan dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Selain itu, apoteker memiliki peran dan layanan tambahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masa pandemi COVID-19