Dalam ekonomi islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal yang bertentangan, sebab, bisnis yang merupakan simbol dari urusan duniawi juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat investasi akherat. Artinya, jika orientasi bisnis dan upaya investasi akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakam totalitas kepatuhan kepada Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berlandasan keimanan kepada akhirat. Bahkan dalam islam, pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia, tetapi mencangkup pula seluruh kegiatan kita didunia yang “dibisniskan†(diniatkan sebagai ibadah) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat. Statemen ini secara tegas disebut dalam salah satu ayat Al-Qur’an. Wahai orang-orang yang beriman. Sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab pedih? Yaitu beriman kepada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan jiwa dan bertamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui