PENYULUHAN PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN DI ORGANISASI PKK KELURAHAN BUKIT BARU

Abstract

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah merupakan limbah yang berasal dari minyak nabati dan digunakan kembali untuk keperluan memasak. Masyarakat menggunakan minyak goreng bekas berulangkali karena harga minyak goreng yang terus meningkat. Padahal penggunaan minyak goreng secara berulang dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur minyak. Kerusakan minyak dapat dipercepat oleh adanya air, protein, karbohidrat dan bahan lain serta peningkatan suhu. Semakin lama penggunaan minyak untuk menggoreng semakin tinggi pula kandungan asam lemak bebas yang terbentuk sehingga mempengaruhi bahan pangan yang digoreng. Minyak goring bekas banyak mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terbentuk selama proses penggorengan sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Selain berbahaya untuk kesehatan, minyak goreng bekas juga bisa menjadi limbah yang dapat merusak kelestarian lingkungan jika langsung dibuang tanpa adanya pengolahan. Sehingga perlu adanya alternatif pengolahan minyak goreng bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis. Beberapa cara telah dilakukan seperti mengolah minyak goreng bekas menjadi bahan bakar alternatif seperti biodiesel atau mengolahnya menjadi bahan baku pembuatan sabun. Pada penyuluhan ini, minyak goreng bekas diolah menjadi sabun lunak melalui reaksi saponifikasi dimana hidrolisis asam lemak menjadi asam lemak dan glisero

    Similar works