Praktik plagiarisme (penjiplakan) dalam penulisan penelitian cukup sering terjadi di
kalangan akademisi, khususnya mahasiswa. Plagiarisme adalah tindakan
penyalahgunaan, pencurian/perampasan, penerbitan, pernyataan, atau menyatakan
sebagai milik sendiri sebuah pikiran, ide, tulisan, atau ciptaan yang sebenarnya milik
orang lain. Di kalangan mahasiswa yang selalu berinteraksi dengan komputer yang
mempermudah praktik plagiat mengingat adanya fasilitas untuk menyalin dan
mengubah teks (copy and paste) dan fasilitas koneksi yang memungkinkan untuk
mengakses hasil karya orang lain secara bebas melalui internet, praktik plagiarisme
ini sering dilakukan. Untuk meminimalisasi praktik plagiarisme, diperlukan
pendeteksian terhadap penulisan. Pada makalah ini akan dipaparkan hasil analisis
dua metode untuk mendeteksi plagiarisme dokumen. Aspek kelebihan dan kekurangan
dari pendekatan-pendekatan tersebut digunakan sebagai tolak ukur untuk membangun
pendekatan yang lebih optimal untuk mendeteksi plagiarisme dokumen